Saturday, February 9, 2019

PEMILU PERWUJUDAN DEMOKRASI INDONESIA



Demokrasi dan kemajuan ekonomi bangsa ada di tangan kita, di tangan rakyat. Bila kita berhasil memilih pemimpin berkualitas, ekonomi akan semakin baik. Kita menjadi lebih sejahtera. Orang miskin semakin sedikit.
Kita sering lupa hukum alam bahwa pemimpin adalah cerminan masyarakat yang dipimpinnya. Diktator Suharto bisa bertahan 32 tahun karena masyarakat Indonesia waktu itu ada yang penakut, banyak yang oportunis dan sebagian masih bodoh. Kediktatoran tak akan bertahan di tengah masyarakat yang berani, kritis dan pejuang. Maka, ketika ekonomi Indonesia semakin maju, pendidikan lebih merata, Suharto jatuh dengan sendirinya, pada waktunya.
Asal dari kata “demokrasi” sendiri adalah pemerintahan oleh rakyat. Dalam sistem ini, masyarakat yang menentukan maju-mundurnya bangsa. Lima tahun sekali, rakyat harus memutuskan–dan sungguh-sungguh memutuskan–apa yang terbaik bagi masa depan bersama.
Karena itu, sikap dasar pemilih yang cerdas haruslah kesadaran bahwa masa depan bangsa ada di tangan kita sendiri, bukan di tangan para pemimpin dan politisi.
Duapuluh tahun silam, tahun 1998, sistem otoriter itu berhasil dirobohkan. Suharto dijatuhkan. Masyarakat mulai hidup dengan harapan baru. Bila Anda tak tahu bagaimana rasanya hidup di era Orde Baru, bertanyalah kepada para saksi hidup. Mereka pasti akan mengamini bahwa kehidupan kita saat ini jauh lebih baik dibandingkan di era kediktatoran. Ekonomi kita benar-benar jauh lebih maju, lebih merata, dan lebih adil dibanding di jaman Suharto; di mana mayoritas sumberdaya ekonomi dikuasai kroninya sendiri.
Kita patut mensyukuri perbaikan yang sudah kita dapat. Kita patut mensyukuri demokrasi. Kita patut mensyukuri bahwa masa depan ada pada pilihan kita sendiri, di tangan kita sendiri.
Cara terbaik dalam bersyukur adalah melalui tindakan. Kita harus rawat dan tumbuhkan demokrasi dengan sebaiknya. Dan, kita harus menjadi rakyat yang baik, yang menggunakan kesempatan dalam menentukan masa depan bangsanya dengan baik pula.
Apa yang kita putuskan, dalam sekelebat detik, di bilik suara, akan menentukan wajah Indonesia dalam 5 tahun ke depan dan juga seterusnya. Di bilik suara, dalam sekelebat detik, harapan akan masa depan yang semakin baik digantungkan.
Selamat memilih. Selamat menjadi pemilih cerdas. Mari mensyukuri nikmat demokrasi dengan tindakan nyata.